Melanjutkan pernyataannya Didied Mahaswara mengatakan, Jokowi yang berlatar belakang sarjana kehutanan tampaknya kurang mendapatkan masukan untuk gagasannya berupa ide Revolusi Mental tersebut. Sehingga antara judul dan isi tulisan tidak konkret dan tidak implementatif, tapi hanya wacana atau imbauan. “Jangan cuma jual janji dengan memakai kata revolusi,’’ tandas penggagas Institut Kandidat Presiden, sebuah lembaga pendidikan mental bagi para calon pemimpin ini.
Didied sangat menyayangkan kalau seseorang maju jadi capres hanya karena ingin memanfaatkan situasi yaitu karena popular. Padahal belum cukup berkompeten, sehingga sangat mungkin pada saat berkuasa nanti akan melakukan kebohongan-kebohongan.
Dalam konteks ini menurutnya Institut Kandidat Presiden yang sedang dipersiapkan dirinya menurutnya sangat relevan untuk menjadi lembaga penempa mental atau moral para calon pemimpin. ‘’Kita harus persiapkan Indonesia jadi Mercusuar Dunia, bukan jadi Mercon Dunia seperti sekarang, yang hanya jadi sarang berbagai perbuatan negatif, termasuk terorisme,’’ papar Didied. (ek)












