Dwi Urip menambahkan thema “Ngopi Kebangsaan” kali ini adalah “Daya Tahan Spiritualitas Bangsa Menghadapi Serangan Covid-19, dan Ancaman Resesi Ekonomi Global”.
Para narasumber adalah Bhikkhu Dhammasubho Mahathera, K.H. Nuril Arifin Husein, Nyoman Widi Wisnawa, Romo R. D. Mikail Endro Susanto, Pdt. Ronny Mandang, Ws. Liem Liliany Lontoh, dan Bambang Subagio. “Diskusi kebangsaan seperti ini penting dan baik dilakukan berkesinambungan. Apalagi menjelang akhir 2022 ada suasana sosial yang berpotensi memanas,” kata Bhikkhu Dhammasubho Mahathera, salah seorang penggagas asas kesetaraan.

Sementara tokoh Muslim K.H. Nuril Arifin Husein atau Gus Nuril yang dikenal sebagai Senopati Patriot Garuda Nusantara (PGN) menegaskan bahwa PGN siap mengawal hasil permusyawaratan Ngopi Kebangsaan hingga bisa diimplementasi di lapangan.
Seperti diketahui, Simposium Setara Menata Bangsa (SSMB) diprakarsai oleh perkumpulan Reformasi Humanis Etika Madani, disingkat Rhema. Adapun Rhema didirikan orang-orang yang mendambakan terwujudnya tatanan kehidupan sosial, politik, ekonomi, dan budaya yang lebih baik di Indonesia.
Landasan pergerakan perkumpulan ini adalah asas perikemanusiaan, kebangsaan, demokrasi dan kesejahteraan bagi sesama manusia, dengan menjunjung tinggi nilai, norma, dan hukum yang berlaku di Negara Kesatuan Republik Indonesia. ***















