Meskipun demikian, pihaknya tetap berupaya untuk segera menyelesaikan negosiasi penurunan tarif impor dengan pemerintah Amerika Serikat dalam 60 hari.
Ia menuturkan bahwa putaran pertemuan untuk membahas inti perundingan tarif dengan AS sudah dimulai.
Delegasi Indonesia sudah melakukan pertemuan dengan berbagai pihak, seperti United States Trade Representative (USTR), Secretary of Commerce, Secretary of Treasury, National Economic Advisor, Semiconductor Industry Association, United States-ASEAN Business Council, United States-Industry Indonesia Society (USINDO), Asia Group, Amazon, Microsoft, dan Google.
“Yang dibahas mengenai tarif resiprokal. Jadi tarif resiprokal inilah yang kita dalam negosiasi untuk menurunkan tarif tersebut. Seluruh negara saat ini diberlakukan 10 persen itu hanya 90 hari, sesudah itu nanti kita lihat dari hasil pembicaraan,” ujarnya.
Di tengah kondisi perekonomian dunia yang penuh tantangan saat ini, Airlangga mengatakan bahwa perekonomian Indonesia tetap menunjukkan ketahanan yang solid dengan pertumbuhan 4,87 persen year-on-year (yoy) pada triwulan I 2025.
Ia menyatakan bahwa pencapaian tersebut melampaui negara-negara ASEAN lainnya, kecuali Vietnam, serta negara-negara G20, kecuali China.















