“Jadi, kita menunjukkan bahwa di dalam situasi ketidakpastian, ekonomi Indonesia menunjukkan resiliensi, mempunyai daya tahan yang cukup tinggi,” katanya.
Dari sisi pengeluaran, konsumsi rumah tangga menjadi pendorong utama dengan pertumbuhan 4,89 persen dan kontribusi 54,5 persen terhadap PDB.
Industri Makanan dan Minuman juga tumbuh 6,04 persen serta Industri Kulit, Barang dari Kulit, dan Alas Kaki tumbuh 6,95 persen.
Dari sisi produksi, penyumbang utama pertumbuhan yaitu Sektor Pertanian mencatat pertumbuhan tertinggi (10,52 persen), diikuti Sektor Jasa Lainnya (9,84 persen), dan Jasa Perusahaan (9,27 persen).
“Tetapi, yang paling penting bagi Pemerintah, kami di kuartal I ini bisa menciptakan lapangan pekerjaan sebesar 594.104 dari industri baik PMDN (Penanaman Modal Dalam Negeri) maupun PMA (Penanaman Modal Asing). Artinya job creation itu juga tumbuh di kuartal I,” imbuh Airlangga.















