JAKARTA-Menteri Perindustrian (Menperin), Airlangga Hartarto mengaku banyak perwakilan negara lain menyatakan Indonesia menjadi salah satu negara yang stabil secara politik dan ekonomi. Ini menjadi fundamental yang kuat dalam memacu pertumbuhan ekonomi.
“Apalagi, dengan ketersediaan jumlah tenaga kerja, Indonesia juga menjadi daya tarik tersendiri bagi perusahaan-perusahaan di dunia untuk mendiversifikasi produknya, seperti dari China,” ujarnya.
Terkait
adanya isu perang dagang yang berkembang dan kondisi ketidakpastian di
tingkat global, Menperin menilai, hal itu bisa menimbulkan perlambatan
pertumbuhan ekonomi. Oleh karena itu, Indonesia perlu mengelola norma
baru dengan pertumbuhan saat ini.
“Langkah quick wins
yang dilakukan, salah satunya mendorong peningkatan investasi di lima
sektor unggulan pada Making Indonesia 4.0. Jadi, kita konsisten saja
dengan investasi di lima sektor itu, karena mempunyai pasar yang besar,”
tuturnya.
Kemenperin terus mendorong peningkatan investasi guna lebih memperdalam struktur industri di dalam negeri, yang juga bertujuan untuk mensubstitusi produk impor.
Investasi di sektor industri manufaktur pada tahun 2014 sebesar Rp195,74 triliun, naik menjadi Rp226,18 triliun di tahun 2018.














