R&I menilai tekanan terhadap pertumbuhan ekonomi dari sisi domestik mulai mereda seiring dengan menguatnya arah kebijakan Pemerintah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi serta menurunnya tekanan inflasi.
R&I juga memandang upaya mempersingkat perijinan investasi melalui pembentukan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) serta pelaksanaan realokasi subsidi BBM untuk proyek infrastruktur dapat meningkatkan daya saing Indonesia dan mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia yang lebih tinggi.
Namun demikian, R&I menekankan bahwa upaya mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi perlu disertai dengan pembangunan infrastruktur untuk menghindari tekanan pada neraca pembayaran dan inflasi.
Lebih lanjut, R&I juga memandang perlunya upaya untuk memperbaiki keseimbangan fiskal khususnya melalui peningkatan penerimaan pajak.
Sebelumnya telah mengafirmasi Sovereign Credit Rating Republik Indonesia pada BBB-/stable outlook pada 14 Oktober 2013.














