RIDWAN KAMIL MENCARI KAMBING HITAM
Ridwan Kamil, justru mencoba melempar tangung jawab atas peristiwa kerumunan massa simpatisan MRS, di Bandara Soetta, Petamburan dan Megamendung, sebagai akibat statemen Mahfud MD.
Ini jelas sebagai sikap mencari kambing hitam dan memancing di air keruh.
Ini bukti Ridwan Kamil tidak menjalin kerja sama dengan instansi vertikal di Pusat yang menjadi kewajibannya dan pertanda ada “loyalitas ganda” di tengah proses hukum yang sedang berjalan dan di tengah munculnya aksi protes FPI dan massa simpatisan MRS terhadap Pemerintah.
Ridwan Kamil tengah mencari pembenar atas pelanggaran protokol COVID-19, dengan dalih seolah-olah telah mendapat izin dari Menko Polhukam, ini jelas sikap tidak etis, merusak program strategis nasional dan memperlemah penegakan hukum yang sedang jalan.
Persoalan kerumunan massa MRS dari Jawa Barat yang dibiarkan terjadi di Bandara Soetta, di Petamburan dan di Megamendung, yang melanggar protokol kesehatan, menjadi tanggung jawab Pemprov Jawa Barat, dan karena itu Ridwan Kamil dapat dimintai pertanggungjawaban pidana.
RIDWAN KAMIL BISA DI IMPEACH
Pernyataan Ridwal Kami, mencoba melempar tanggung jawab pelanggaran terhadap protokol kesehatan kepada Mahfud MD selaku Menko Polhukam, sangat tendensius dan demi mencari pembenaran atas peristiwa kerumunan massa FPI dan simpatisan MRS. Disini terlihat ada “loyalitas ganda”, yang diperlihatkan Ridwan Kamil yaitu pada FPI, MRS dan simpatisannya.













