“HCMS tidak lagi sekadar fungsi administratif, melainkan menjadi mitra utama dalam pengambilan keputusan bisnis. Pendekatan ini akan menghasilkan organisasi yang adaptif, berkelanjutan dan berorientasi pada kinerja tinggi,” kata Budi.
Lebih lanjut dia memaparkan, proses penilaian dan penetapan perusahaan sebagai penerima penghargaan Top Human Capital Awards 2025, dilakukan dengan sejumlah tahapan.
Pertama, proses penilaian diawali dengan wawancara penjurian ke perusahaan yang memiliki HCMS.
Adapun daftar perusahaan diperoleh dari rekomendasi para pakar dan konsultan HCMS maupun riset.
Selanjutnya, Dewan Juri melakukan pendalaman atas keberhasilan HCMS yang telah dilakukan dan mengapresiasi Direktur Utama dan Direktur Human Capital yang bersedia diwawancara, karena hal ini juga menunjukkan komitmen top level management dalam implementasi HCMS.
Budi menyampaikan, penilaian dan riset penerapan HCMS pada tahun ini menekankan pada keselarasan dengan strategi pertumbuhan bisnis perusahaan dan praktik pengelolaan SDM, serta adanya human capital initiatives yang inovatif atau yang layak direkomendasikan ke perusahaan lain.
Dia mengatakan, berdasarkan hasil riset dan penilaian, sejumlah emiten di pasar modal sudah mulai menerapkan sinergi antara strategi bisnis dengan sistem terintegrasi pengelolaan SDM yang memiliki tujuan untuk meningkatkan daya saing perusahaan. Adapun emiten tersebut adalah PBRX, MERI, BBTN, ASLC, SMBR, GTRA, AGRS dan WSKT.












