Belian merupakan upacara ritual yang dipercaya oleh masyarakat setempat secara turun temurun mempunyai kekuatan gaib, roh-roh nenek moyang para leluhur akan hadir dalam upacara ritual tersebut.
Ritual Belian biasanya dipimpin oleh mulung atau dukun adat.
Dalam rangkaian prosesi belian, sang mulung akan mengenakan taring, sabang sambit namanya. Selain taring, mulung juga mengenakan gelang kuningan bernama gitang.
Berat satu gitang kuningan ini mencapai 2 kg. Masing-masing tangan mulung akan dipasangi dua gelang.
Gelang ini harus masuk seluruhnya ke tangan mulung, jika tidak masuk maka ritual tersebut tidak direstui leluhur.
Setelah memasang gelang, mulung akan merapalkan doa-doa kepada leluhur.
Iringan musik petep, sejenis gamelan/kenong, mengalun bertalu-talu sepanjang ritual ini dilaksanakan. Ritual bisa berlangsung semalam suntuk, biasanya selesai pada pukul 04.00.
Ritual Nondoi dan Belian ini dilaksanakan untuk berbagai tujuan.
Bisa untuk ritual bersih-bersih kampung dari hal-hal yang tidak diinginkan, bisa untuk pengobatan, hingga pembangunan rumah adat. Semua tergantung kepada si empu yang punya hajat.
Setelah ritual selesai, dilanjutkan dengan acara makan bareng oleh semua yang hadir di acara tersebut sebagai penutup.













