Vincent Saputra, Direktur Utama RMKE dalam siaran persnya, dikutip Selasa (04/11/2025), menyampaikan, “Dengan sinergi ini, kami dapat segera menyelesaikan akses dari tambang potensial menuju stasiun muat kami. Fasilitas ini akan mempercepat pencapaian target jangka panjang kami, yaitu mengangkut 20 juta ton batu bara dengan konektivitas yang seamless ke tambang-tambang yang belum berproduksi, karena saat ini menghadapi hambatan logistik di Sumatera Selatan.”
Kepala Perwakilan SKK Migas Sumbagsel, Yunianto menyampaikan bahwa kerja sama pengelolaan lahan ini merupakan bagian dari komitmen hulu migas untuk mendukung ketahanan energi yang menjadi fokus Pemerintah.
”Untuk memastikan kesesuaian data dengan permohonan pemanfaatan lahan, mengetahui keberadaan fisik dan eksistensi BMN yang sesuai, kami telah secara langsung melakukan penelitian administrasi dan pemeriksaan fisik BMN sebelumnya, sehingga nantinya diharapkan kerja sama ini berjalan dengan baik sesuai dengan ketentuan dan aturan yang berlaku,” kata Yunianto.
Secara administratif, demikian Yunianto, hal tersebut juga atas dasar peraturan Menteri Keuangan nomor 140/PMK.06/2020 tentang pengelolaan Barang Milik Negara Hulu Minyak dan Gas Bumi. ”Selain itu pula harapan kita bersama pemanfaat tanah untuk pembangunan jalan khusus batubara ini dapat mendukung pekerjaan dan operasional antara PT Royaltama Mulia Kencana dan Medco E&P Lematang” ungkapnya.













