Dalam menyiapkan uji jalan bahan bakar B30 para pemangku kepentingan tersebut juga berupaya memperbaiki kualitas, penanganan, transportasi, fasilitas pencampuran (blending) dan penyimpanan. Partisipasi anggota Gaikindo untuk uji jalan ini juga bertambah. Jumlah merk kendaraan yang diuji sekarang lebih banyak yakni tujuh merk kendaraan, sementara tahun 2015 hanya empat merk kendaraan.
B30 yang digunakan pada kegiatan uji jalan ini merupakan campuran dari 70% minyak solar (B0) dan 30% biodiesel (B100) dengan kandungan monogliserida maksimum sebesar 0,55 %-massa dan kandungan air maksimum sebesar 350 mg/kg, yaitu lebih rendah jika dibandingkan dengan biodiesel (B100) yang digunakan untuk campuran B20 saat ini. Nilai tersebut merupakan usulan perbaikan/revisi standar mutu biodiesel sebagai campuran minyak solar yang akan diimplementasi di tahun 2020 mendatang.
Hasil perbandingan uji jalan kendaraan yang menggunakan bahan bakar B20 dengan B30 menunjukkan daya kendaraan turun sampai dengan 1.7%, namun ada pula yang naik sampai dengan 1.6%, bergantung kepada teknologi mesin kendaraan.
Dadan mengutarkan pemakaian bahan bakar B30 dapat berdampak pada filter kendaraan baru atau kendaraan yang belum pernah menggunakan bahan bakar dengan campuran biodisel, khususnya pada kilometer awal pemakaian (7.500 – 15.000km). Namun setelah penggantian filter, kendaraan kembali normal sampai dengan periode penggantian selanjutnya.














