Testimoni sejumlah Anggota DPRD Sikka mengungkap fakta bahwa kejadian nyaris baku hantam antar sesama Anggota DPRD dan antara Anggota DRPRD dengan Bupati Sikka Robby Idong, berawal dari provokasi Robby Idong agar Anggota DPRD, Yosef Nong Soni berkelahi dengan Ketua DPRD Sikka, Donatus David sehingga adu jotospun nyaris terjadi dan rapat DPRD menjadi kacau.
Robby Idongpun mengakui bahwa dirinya yang memprovokasi.
Padahal sebagai Kepala Daerah sikap mengadu domba siapaun untuk berkelahi, apalagi yang diadu domba adalah sesama pejabat, jelas ini melanggar etika dan nilai dasar seorang Penyelenggara Negara.
Roby Idong seharusnya lebih dewasa dan bijak dalam bertindak bukan malah menerapkan cara-cara kekerasan dalam tata kelola pemerintahan, membuat gaduh dan mencerminkan watak arogan dan congkak karena hanya mau melihat ke atas, menyikut ke samping dan menginjak yang di bawah.
Publik masih ingat, “kepribadian ganda” Robby Idong saat menghadiri pesta pantai bersama Gubernur NTT Viktor B Laiskodat, pada 21/8/2021, saat PPKM diberlakukan secara ketat di Sikka, tetapi di Pantai Semau, Kupang, Roby Idong menjadi liar dan ikut berpesta pora mengabaikan PPKM, tidak berempati pada rakyat yang susah pada masa pandemi.













