“Dan tanpa ada komentar apapun dari Romo Benny,” terangnya.
ROCKY GERUNG DKK ADU DOMBA
Lebih lanjut, Petrus mengatakan sikap berlebihan Rocky Gerung dkk telah mengarah kepada upaya memecah-belah.
Bahkan mencoba menarik institusi atau organ lain secara tidak bertanggung jawab dalam komentar konstruktif dari Hendardi tentang MUI dan Terorisme, adalah buah dari cara berpikir kerdil, tidak jujur, pengecut dan provokatif.
Rocky Gerung dkk mengeksploitasi posisi Romo Benny sebagai minoritas dianggap sebagai sasaran tembak yang empuk guna memenuhi syahwat politik praktisnya.
Seolah-olah Romo Benny mengintervensi persoalan internal MUI. Padahal dalam konten YouTube itu, tidak ada sama sekali nama, wajah ataupun narasi dari Romo Benny.
“Ini cara pandang yang sesat, dungu dan bebal, tanpa melihat fakta-fakta atau mengabaikan fakta-fakta,” tuturnya.
Rocky Gerung dkk terang Petrus, hanya melihat Romo Benny sebagai minoritas.
Hal ini dijadikan sasaran tembak untuk melampiaskan nafsu bejat, mengadu-domba Romo Benny dan MUI dengan target yang lebih digdaya dari sekedar masalah hukum dan penegakan hukum murni yang dilakukan Densus 88.
Oleh karena itu Rocky Gerung dkk harus mencabut penilaian yang dungu dan bebal serta meminta maaf kepada Romo Benny dan pihak ketiga lainnya.













