“Jangan mencuri itu kita tidak bicara siapa yang mencuri atau kita tidak bicara soal masa lalu. Kita bicara soal ke depan. Jadi begitu kita memimpin, maka tagline ayo jangan mencuri itu mulai disematkan pada gubernur, wakil gubernur sampai ke bawah,” jelasnya dalam sebuah dikusi politik menyambut Pilgub NTT 2024 dengan tema “Mencari Pengganti Viktor B Laiskodat untuk NTT 1” yang digelar secara daring pada Senin (15/4).
“Itu adalah pesan moral yang sangat penting, menjadi bagian dari kontrak sosial dari pemimpin yang memimpin NTT ke depan dengan masyarakat,” sambungnya.
Lebih lanjut Sebastian menjelaskan bahwa latar belakang munculnya tagline ‘Jangan Mencuri’ tersebut setelah melihat predikat NTT sebagai provinsi dengan tingkat korupsi yang cukup tinggi.
Namun, menurut dia, pelaku-pelakunya tidak ditangkap karena kemampuannya luar biasa untuk bebas dari jeratan hukum.
“NTT itu juga dikenal sebagai provinsi dengan tingkat korupsi yang cukup tinggi. Meskipun orang selalu bilang, mendapatkan peringkat seperti itu, tapi nggak ada itu yang dijerat masalah hukum yang berkaitan dengan itu. Artinya kemampuan orang NTT untuk menyelamatkan diri dari jeratan hukum itu laur biasa, canggih-canggih, luar biasa, karena ini oran-orang hebat,” lanjutnya.














