BANDUNG-Direktur Riset Respublica Political Institut (RPI) Raymond Jr. Sihombing mengapresiasi usaha PT Dirgantara Indonesia (PTDI) yang bersinergi dengan Tentara Nasional Indonesia (TNI) untuk menghidupkan gairah industri militer dalam negeri. Sinergi ini merupakan salah satu cara memperkuat pertahanan negara Indonesia di masa depan.
Menurut Raymond, perebutan pengaruh negara-negara besar seperti Amerika Serikat dan Rusia di Indonesia harus dapat ditanggapi secara bangga oleh Indonesia. “Hal ini sebagai bukti bahwa Indonesia masih diperhitungkan sebagai kekuatan besar di antara negara-negara ASEAN maupun diantara negara-negara Asia Pasifik,” jelas Raymond yang juga Doktor Hukum Luar Angkasa dari Universitas Persahabatan Bangsa-bangsa Rusia di Moskow ini dalam keterangan tertulisnya, Minggu (14/2).
RPI sendiri mengikuti kunjungan kerja Asrenum Panglima TNI Laksda TNI Agung Pramono S.H., M.Hum. dan Kapuspen TNI Mayjend Tatang Sulaiman beserta sejumlah besar perwakilan dari media yang difasilitasi oleh Kementerian Koordinator Politik Hukum dan Keamanan RI ke PTDI di Bandung, Kamis (11/2).
Menurut Raymond, fenomena ini merupakan sinyal bagus bagi negara Indonesia. Karenanya, pemerintah Indonesia dapat memanfaatkan segala kesempatan yang ada dan yang ditawarkan oleh masing-masing negara tersebut dengan tetap memegang teguh prinsip politik bebas aktif.















