Ia menyarankan agar Indonesia juga merangkul Rusia untuk memberikan masukan dan kontribusi bagi perkembangan dan kemajuan industri pertahanan Indonesia. “Selain itu, anggaran untuk riset di PTDI juga harus ditingkatkan supaya melahirkan inovasi yang cemerlang,” tegasnya.
Sementara itu, Direktur Utama PTDI Budi Santoso menyatakan kesiapan PTDI mendukung upaya pemerintah Indonesia untuk mengembangkan kemampuan Minimum Essential Force (MEF) atau Kekuatan Pokok Minimum dalam mewujudkan target di bidang pertahanan negara. Kekuatan Pokok Minimum (MEF) merupakan proses modernisasi alat utama sistem pertahanan (alutsista) Indonesia yang terbagi dalam tiga rencana strategis hingga tahun 2024. Bahkan dalam 5 sampai 10 tahun ke depan, selain proyek pesawat komersil N-245 dan N 219, PTDI optimis akan dapat merealisasikan proyek pesawat tempur KF-X dan IF-X dan beberapa jenis pesawat militer lainnya.
Asrenum Panglima TNI Laksda TNI Agung Pramono dan Kapuspen TNI Mayjend Tatang Sulaiman dalam kesempatan itu memberikan paparan detail mengenai peranan industri strategis Indonesia untuk memperkuat TNI sebagai benteng NKRI. Laksda Agung Pramono menyatakan sangat optimis terhadap kebangkitan kembali industri pertahanan Indonesia khususnya PTDI dalam memperkuat TNI.















