“Sebagai sesepuh bangsa dan tokoh reformasi, sebaiknya pak Amien Rais memberikan Tauladan dengan mengembalikan uang 600 juta tersebut, kooperatif dengan penyidik KPK, dan fokus saja dengan kasusnya. Tidak usah bermain gimmick bahwa ia akan melaporkan dua tokoh besar bangsa yang juga korupsi tapi tidak dihukum. Itu urusan KPK, bukan urusan Pak Amien Rais” tandasnya.
Seraya dengan itu, Sa’duddin juga merasa prihatin dengan kasus yang menimpa tokoh reformasi tersebut.
“Sebenarnya waktu reformasi 98, semangat gerakan mahasiswa itu justru untuk menghapus bapak-bapakan yang feodal itu. Kita dulu kritik gelar Bapak Pembangunan yang disematkan ke Soeharto, tapi kemudian Amien Rais jatuh ke kubangan yang Sama dengan mendaku diri sebagai Bapak Reformasi. Mudah-mudahan, dengan kasus ini Pak Amien bisa memberi tauladan, tidak menjadi Jarkoni ( ngajari uwong, tapi ora biso ngelakoni),” pungkasnya.
Namun Juru Bicara KPK Febri Diansyah memastikan Pimpinan KPK tidak akan menemui Amien.
Menurut Febri, Pimpinan lembaga antirasuah ini ingin menjaga independensi sehingga membatasi pertemuan dan komunikasi dengan pihak yang diduga terkait dengan perkara hukum yang sedang ditangani KPK.
“Pimpinan KPK sangat menghindari pertemuan dengan pihak yang terkait dengan perkara,” ujarnya.














