Juru Bicara Presiden Abdurrahman Wahid, Adhi Massardi, mengaku bahwa pada masa pemerintahan Gus Dur saat itu, persoalan Bank Bali ingin dituntaskan.
Namun dia memastikan bahwa Presiden sendiri menemui sejumlah kendala terutama pada tataran kebijakan yang kala itu lahir dengan adanya Perpres dan Keppres.
Dia beranggapan persoalan hukum terhadap pengambilalihan Bank Bali dapat dilakukan dengan mudah dengan dorongan keinginan politik para pemimpin bangsa.
“Sangat mudah, mengatur dari atas adalah political wil. Saya yakin betul bahwa pak Rudy masih bisa makan bergizi setiap hari, kalau beliau engga gelap-gelap amat. Tapi kenapa ini diperjuangkan karena untuk mengembalikan trust penegakan hukum agar bangsa ini kembali bermartabat kalau itu dijalankan maka yang lain juga berjalan. Kalau tidak, ya seperti ini sepanjang masa dan ini akan benar-benar gelap. Investor gak akan masuk,” ucap Adhie.
Adhie menerangkan dengan kemauan politik yang kuat ditataran pemimpin negara, maka persoalan Bank Bali dapat terselesaikan dan kepercayaan masyarakat serta investor asing kembali pulih.
“Jadi saya ingin gambarkan bahwa peristiwa bank Bali sama dengan peristiwa Bali yang lain. bank-bank hancur, kehilangan trust, dan Bali di bom, pariwisata hancur sampai kemudian Bali di tata kembali, turis datang, ramai tapi kenapa Bank bali tidak sama dengan Bali yang lain. Jadi kalau bank Bali dipulihkan nanti perbankan lain pulih, kita yang gampang,” ujar dia.















