JAKARTA – Kinerja keuangan PT Smartfren Telecom Tbk (FREN) belum membaik hingga akhir tahun 2024. Perusahaan operator jasa telekomunikasi ini masih didera kerugian yang signifikan. Tercatat, nilai kerugian FREN mencapai Rp1,29 triliun pada tahun 2024. Jumlah kerugian tersebut membengkak hingga 1.088,57% dari rugi Rp108,95 miliar pada tahun 2023.
Kerugian tersebut, menurut laporan keuangan FREN per Desember 2024, dikutip Selasa (11/2/2025), disebabkan antara lain oleh kenaikan beban usaha Perseroan sebesar 5,55% menjadi Rp11,73 triliun pada 2024, dari Rp11,12 triliun pada 2023.
Beban usaha FREN tersebut meliputi beban penyusutan dan amortisasi sebesar Rp4,88 triliun, beban operasi, pemeliharaan dan jasa telekomunikasi sebesar Rp4,30 triliun, penjualan dan pemasaran Rp1,60 triliun dan lainnya.
Selain itu, kerugian FREN juga dipicu oleh kenaikan beban bunga dan keuangan lainnya sebesar 3,1% menjadi Rp1,32 triliun pada 2024, dari Rp1,27 triliun tahun 2023. Peningkatan beban operasi dan beban keuangan di atas mengakibatkan FREN menderita rugi sebelum pajak sebesar Rp1,28 triliun pada 2024. Pada tahun 2023, emiten operator jasa telekomunikasi beraset Rp43,18 triliun per Desember 2024 itu masih membukukan laba sebelum pajak sebesar Rp85,13 miliar.













