“Tahun ini, nilai impor bahan pangan pasti melonjak lagi karena krisis daging sapi,” imbuh dia.
Dengan menguatnya nilai tukar dolar AS terhadap rupiah, harga bahan pangan impor pun otomatis naik. Kemungkinan ini tentu akan menimbulkan ketidaknyamanan bagi rakyat kebanyakan yang berpenghasilan pas-pasan.
Sedangkan untuk komoditi BBM bersubsidi, kekuatan pemerintah kembali diuji.
“Kalau gangguan dari faktor BBM bersubsidi terhadap neraca perdangan sangat serius karena kuotanya begitu cepat terlampaui, bukan tidak mungkin pemerintah akan menaikkan lagi harga BBM bersubsidi,” tutur Bambang yang juga anggota Komisi III DPR ini.












