Selain itu, kebijakan kenaikan tarif Trump yang masih tarik ulur membuat pelaku pasar melepas posisi sebelumnya yang mengantisipasi kebijakan kenaikan tersebut, sehingga memberikan tekanan ke dolar AS.
“Dengan sentimen di atas, hari ini rupiah berpeluang menguat terhadap dolar AS ke arah Rp16.220, dengan potensi resisten di kisaran Rp16.300,” ungkap Aris.
“Tapi secara keseluruhan, dolar AS ini masih berpeluang menguat lagi ke depannya karena sentimen-sentimen pendukung masih ada dan belum benar-benar hilang, seperti kenaikan tarif dan perang dagang, konflik geopolitik, potensi pelambatan ekonomi, dan lain-lain,” kata dia.
Nilai tukar rupiah (kurs) pada pembukaan perdagangan hari Senin di Jakarta menguat 4 poin atau 0,02 persen menjadi Rp16.309 per dolar Amerika Serikat (AS) dari sebelumnya Rp16.313 per dolar AS.













