JAKARTA – Presiden Direktur PT Doo Financial FuturesAriston Tjendra memperkirakan nilai tukar (kurs) rupiah masih berpeluang menguat seiring isu pemangkasan suku bunga Federal Reserve (The Fed).
“Kelihatannya isu pemangkasan suku bunga menjadi sentimen saat ini,” katanya kepada ANTARA di Jakarta, Jumat (8/8).
Nominasi Christopher Waller sebagai Gubernur Dewan Gubernur Bank Sentral Amerika Serikat (AS) yang baru menggantikan Jerome Powell disebut memperbesar isu pemangkasan suku bunga acuan AS.
Hal ini mengingat Waller diketahui mendukung pemotongan suku bunga Fed, sebagaimana diharapkan Presiden AS Donald Trump.
Pandangan anggota dewan gubernur yang terpecah antara mempertahankan dan memangkas suku bunga ini disebabkan kebijakan tarif Trump dan data ekonomi AS yang beberapa masih kelihatan solid.
“Di sisi lain mengkhawatirkan kenaikan inflasi, (dan) mengkhawatirkan penurunan aktivitas ekonomi seperti data tenaga kerja yang melemah,” ungkap Aris.
Trump mengemukakan bahwa ada empat nama calon yang dipertimbangkan menjadi Gubernur The Fed, dan mengecualikan Menteri Keuangan Scott Bessent.
Mengutip Anadolu, dilaporkan oleh CNBC bahwa mantan Gubernur The Fed Kevin Warsh, Kevin Hassett, Direktur Dewan Ekonomi Nasional Trump, dan Gubernur Fed Christopher Waller merupakan empat nama yang dipertimbangkan menggantikan Powell. Gubernur The Fed yang saat ini baru bisa diganti pada Mei 2026.













