Analis Binaartha Sekuritas Reza Priyambada di Jakarta, Rabu mengatakan data ekonomi Amerika Serikat yang mengalami pertumbuhan menjadi salah satu faktor yang memicu dolar AS kembali terapresiasi terhadap sejumlah mata uang dunia, termasuk rupiah. “Salah satu data ekonomi AS yakni `housing starts` di bulan Maret 2018 meningkat, memberikan sentimen positif pada dolar AS,” katanya.
Ia mengemukakan bahwa jumlah rumah perdana (housing start) di Amerika Serikat meningkat 1,9 persen pada Maret, pertumbuhan itu di atas estimasi pasar.
Di sisi lain, lanjut dia, sentimen dari dalam negeri mengenai pertumbuhan kredit perbankan di triwulan pertama 2018 yang lebih rendah dari periode sebelumnya turut mempengaruhi pergerakan mata uang rupiah.***













