JAKARTA-Nilai tukar rupiah dalam transaksi antarbank di Jakarta pada Selasa pagi menurun enam poin menjadi Rp14.165 per dolar AS dari Rp14.159 per dolar AS karena respons negatif pelaku pasar terhadap peningkatan defisit neraca perdagangan Indonesia.
Analis Binaartha Sekuritas Reza Priyambada mengatakan sentimen dari dalam negeri dari rilis neraca perdagangan Mei yang mencatatkan defisit lebih besar dari bulan sebelumnya memicu depresiasi rupiah. “Pergerakan rupiah cenderung berbalik melemah seiring dengan respons negatif atas meningkatnya defisit neraca perdagangan Indonesia yang mencapai 1,52 miliar dolar AS,” ujar Reza.
Apresiasi euro terhadap dolar AS diharapkan terus bertahan dan bisa membantu rupiah bertahan di zona hijau. “Bahkan masih ada sentimen dari rencana pelonggaran LTV juga tidak cukup kuat mengangkat rupiah,” ia menambahkan.
Hari ini rupiah diestimasikan akan bergerak dengan kisaran support Rp14.158 per dolar AS dan resisten Rp14.146 per dolar AS.
Sebelumnya, Bank Indonesia memandang pelemahan nilai rupiah setelah libur panjang Lebaran 2018 masih dapat “dimaklumi” karena kencangnya tekanan pasar keuangan menyusul ekspektasi empat kali kenaikan suku bunga The Federal Reserve.