JAKARTA-Tekanan terhadap mata uang Rupiah perlahan berkurang. Mata uang garuda ini mulai perkasa terhadap dollar AS setelah pada beberapa hari sebelumnya selalu mengalami pelemahan. Pada perdagangan, Selasa (6/10), mata uang Garuda ini dibuka di level Rp 14.475 per USD dan terus menguat hingga menyentuh level Rp 14.200-an per USD. Meski pada penutupan perdagangan, Rupiah kembali bertengger di level Rp 14.237-an per USD.
Bank Indonesia (BI) menyambut baik penguatan nilai tukar rupiah yang lompat menguat. “Iya betul, alhamdulillah (rupiah menguat),” ujar Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Tirta Segara di Jakarta, Selasa (6/10).
Namun Tirta enggan menyebut faktor yang memengaruhi lompatan kuat rupiah itu, Yang pasti katanya, BI terus mencermati perkembangan dan faktor-faktor yang memengaruhi penguatan rupiah tersebut. “Mana yang lebih dominan (apakah karena faktor global ataukah karena berbagai kebijakan yang dilakukan BI). Kami sedang mencermatinya,” katanya.
Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro, menegaskan fundamental atau indikator makroekonomi Indonesia sebenarnya dalam posisi yang baik dan bisa membuat kurs rupiah menguat terhadap dolar AS. Variabel indikator ekonomi makro Indonesia sudah menunjukkan perbaikan dari sisi defisit transaksi berjalan semakin menyempit, inflasi lebih terkendali dan neraca perdagangan mengalami surplus. “Indikator makronya sudah membaik, sebenarnya syarat untuk penguatan rupiah sudah ada. Tapi memang kondisi anomali global dan isu sentimen lain yang mengakibatkan (pelemahan kurs rupiah),” imbuhnya.













