Teheran kemudian membalas dengan meluncurkan serangan rudal terhadap sejumlah fasilitas minyak di kawasan tersebut.
Dari faktor eksternal, situasi kian memanas setelah Iran dilaporkan menyerang kapal-kapal di jalur pelayaran Selat Hormuz, jalur strategis yang menyalurkan sekitar 20 persen pasokan minyak dunia.
Potensi gangguan pada jalur tersebut meningkatkan kekhawatiran pasar terhadap pasokan energi global.
“Selain itu, Iran pada hari Senin menunjuk Mojtaba Khamenei untuk menggantikan ayahnya, Ali Khamenei, sebagai Pemimpin Tertinggi, menandakan bahwa kelompok garis keras tetap memegang kendali di Teheran seminggu setelah konflik dengan Amerika Serikat dan Israel,” ujar Ibrahim.
Sentimen dari Asia juga mempengaruhi pergerakan pasar.
Inflasi indeks harga konsumen (CPI) China tercatat tumbuh 1,3 persen secara tahunan pada Februari, lebih tinggi dari perkiraan pasar sebesar 0,9 persen dan menjadi laju tercepat dalam tiga tahun terakhir.
Ibrahim memandang kenaikan inflasi tersebut terutama dipicu oleh lonjakan konsumsi selama libur Tahun Baru Imlek, ketika permintaan terhadap perjalanan, jasa, dan barang diskresioner meningkat tajam.
Meski demikian, inflasi produsen masih menunjukkan kontraksi sehingga pasar masih menunggu kepastian keberlanjutan tren inflasi di China.















