Di tengah tekanan tersebut, dirinya menilai pemerintah perlu mengambil sejumlah langkah strategis untuk menjaga stabilitas ekonomi domestik.
Pertama, pemerintah perlu melakukan efisiensi anggaran negara secara signifikan dengan memfokuskan belanja pada kebutuhan dasar masyarakat.
“Belanja pemerintah harus difokuskan hanya untuk kebutuhan dasar rakyat seperti pendidikan, kesehatan, pangan, energi, dan pengentasan kemiskinan,” tutur Ibrahim.
Kedua, pengurangan konsumsi minyak perlu dipercepat melalui program konversi energi menuju energi baru dan terbarukan, seperti pemanfaatan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS), tenaga air (PLTA), dan tenaga angin (PLTB) sebagai pengganti pembangkit diesel.
Ketiga,stimulus ekonomi juga perlu diperkuat melalui deregulasi untuk mendorong aktivitas usaha, termasuk memangkas aturan yang menghambat pertumbuhan ekonomi serta menyederhanakan birokrasi.
“Begitu juga perlu debirokratisasi, birokrasi yang berbelit sehingga menyulitkan dunia usaha dapat disederhanakan,” lanjut dia.
Maka dari itu, untuk perdagangan Selasa besok (10/3), Ibrahim memperkirakan pergerakan rupiah masih akan fluktuatif namun berpotensi ditutup melemah pada kisaran Rp16.950 – Rp17.000 per dolar AS.















