“Turunnya daya beli masyarakat, ini yang sangat terasa sekali bagi kami,” ujarnya.
Namun, kata dia, kekuatan brand Summarecon, penerapan strategi dan tata kelola perusahaan yang baik, inovasi dan konsistensi dalam menjaga kualitas produk maupun komitmen kepada pelanggan maka sepanjang 2020 SMRA berhasil membukukan marketing sales sebesar Rp3,3 triliun atau lebih besar dari target (revisi) sebesar Rp2,5 triliun.
Dia mengatakan, penurunan daya beli masyarakat akibat pandemi Covid-19 bisa tertanggulangi secara baik oleh SMRA melalui penawaran berbasis digital dan tingkat suku bunga kredit yang relatif rendah.
“Dengan dukungan penuh dari pemerintah melalui berbagai kebijakan dan stimulus, industri properti Indonesia semakin optimistis dan diproyeksikan terus berkembang. Ini akan mendorong pulihnya perekonomian nasional, sejalan dengan program percepatan vaksinasi demi segera tercapainya herd immunity, papar Adrianto.
Pada RUPST 2021 hari ini, kata Adrianto, SMRA juga mengumumkan jajaran Dewan Komisaris dan Direksi dengan susunan sebagai berikut:
Dewan Komisaris
Soetjipto Nagaria: Komisaris Utama
Harto Djojo Nagaria: Komisaris
Edi Darnadi: Komisaris Independen
Lexy Arie Tumiwa: Komisaris Independen
Ge Lilies Yamin: Komisaris Independen













