Padahal politik dan hukum tidak lepas dari nilai dan etika.
“Makanya untuk bisa melaksanakan pemilu yang aman dan damai harus terlebih dulu bisa melaksanakan pemilu secara jujur dan adil berdasar aturan hukum yang ada serta harus sesuai dengan nilai dan etika dari sebuah bangsa yang beradab,” imbuhnya.
Geram
Ditempat yang sama, Ketua Relawan KERAPU, Danang Girindrawardana mengaku sangat geram dengan keterlibatan oknum-oknum penyelenggara negara dalam pemenangan pada calon tertentu.
Hal ini tentu sangat menodai demokrasi.
Padahal semua sudah sepakat semenjak reformasi 98 bahwa konstitusi dan demokrasi harus dijunjung tinggi.
Sementara itu, aktifis perempuan dan gen Z, Angrondewi Intan Windarti menyerukan pentingnya keterlibatan perempuan dan juga kaum muda khususnya milenial dan gen z agar melek politik.
Hal ini penting agar keberadaan anak-anak muda tidak hanya dijadikan obyek politik perolehan suara semata.
“Jumlah milenial dan gen z mencapai 60% hak suara yang diperebutkan,” pungkasnya.
Acara diskusi politik akal sehat dihadiri ratusan peserta yang terdiri dari beberapa relawan Ganjar Mahfud, mahasiswa dan pemuda dari kaum milenalian dan gen z serta para aktifis masjid.
Diskusi diakhiri dengan penyatuan tekad dan pikiran untuk menentukan pilihan pada capres cawapres 2024 yang mumpuni dan amanah, dan dijatuhkan pilihannya pada Ganjar Mahfud sehingga ditutup dengan dukungan ke Ganjar Mahfud menuju Pilpres 2024.














