JAKARTA-Kalangan DPR mengakui adanya mafia yang mengendalikan harga pangan dan alat-alat kesehatan. Hal ini karena memang struktur pasar di dalam negeri tidak yang tidak sempurna.
“Apalagi untuk urusan pangan dan alat kesehatan yang permintaannya sedang tinggi sekarang ini. Sementara para pemain dan suplier itu terbatas. Jadi itu sudah pasti ada,” kata Wakil Ketua Komisi VI DPR Martin Manurung di Jakarta, Sabtu (25/4/2020).
Lebih jauh kata anggota Fraksi Nasdem, selama ini memang ada sumbatan-sumbatan yang biasa disebut mafia. Hal ini terjadi karena mekanisme pasar yang biasa.
“Jadi pasarnya itu bersifat oligopoli, karena itulah kita perlu mekanisme kontrol yang ketat dari Kemendag,” ujarnya.
Alumnus FEUI ini mendorong agar Kemendag bisa membongkar permainan para mafia. Tentu dengan cara menelusuri lokasi gudang, kemudian jalur pengangkutan dan lamanya waktu transportasi dari gudang ke pasar.
“Masalahnya, Kemendag sebelumnya pernah, berjanji dan memastikan harga-harga barang tidak naik, menjelang Hari Raya keagamaan,” terangnya.
Martin mendesak agar pejabat-pejabat Kemendag lebih sering melakukan peninjauan lapangan. Namun tindakan seperti ini sudah mulai jarang dilakukan.
“Mestinya, sering-sering turun dan chek lapangan. Sehingga seluruh mata rantai distribusi, baik keberadaan distributor, lokasi gudangnya, hingga berapa lama waktu transportasi perlu diketahui secara cermat,” paparnya.














