Masih menurut Wasekum MUI Kota Bogor ini, jangan sampai karena perbedaan justru akan mewariskan dosa kepada generasi muda berikutnya. Karena sikap dan sifat kebencian pada seseorang.
Misalnya tidak suka dengan si A atau si B kemudian membicarakan keburukannya. Menyebarkan proganda jelek bahwa ia tidak bisa bekerja untuk kepentingan masyarakat.
“Siapa yang akan menanggung dosa akibat kita mengedepankan kebencian kepada seseorang apalagi pemimpin misalnya. Sesama tetangga, sesama teman tidak akur akibat beda pilihan, ” tandasnya.














