Nah, dengan harapan bangkitnya perekonomian secara bertahap, dukungan stimulus dan moneter, berita-berita mengenai efektivitas uji coba vaksin, dan cukup banyaknya kawasan di dunia yang sudah berhasil menekan penyebaran wabah (dibandingkan beberapa bulan lalu), IHSG pun dapat meningkat lebih dahulu.
Sebaliknya, tentu saja masih ada risiko peningkatan kasus positif COVID-19 semakin tinggi dari hari ke hari, yang berpotensi menyebabkan diberlakukannya kembali kebijakan pembatasan skala besar yang menekan ekonomi.
Namun bagi investor berprofil agresif dengan horison investasi jangka panjang, saat ini bisa jadi adalah saat yang tepat untuk secara bertahap berinvestasi kembali di reksa dana saham.
Namun harus diingat, profil risiko investor tetap harus dikedepankan. Investasi di saham, termasuk di reksa dana saham adalah investasi jangka panjang.
Jangan karena kondisi sesaat yang menyebabkan investasi terkoreksi, langsung memutuskan untuk menarik investasinya. Ada baiknya memikirkan kembali tujuan investasinya dan jangka waktu.
Kita bisa kembali melihat pergerakan IHSG sepanjang tahun berjalan sebagai referensi, bagaimana keputusan untuk tetap bertahan atau mencairkan investasi dapat membuat perbedaan kinerja yang sangat signifikan.














