JAKARTA-Menjelang akhir perdagangan atau pelaksanaan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) pada 5 Januari 2023, harga saham PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) tertahan di pola downtrend sejak awal Desember 2022.
Hingga pukul 14.20 WIB, harga BBTN tertahan di level 1.320, dengan volume transaksi tercatat mencapai 84,89 juta saham, frekuensi transaksi sebanyak 4.715 kali dan nilai transaksi sebesar Rp112,13 miliar.
Harga saham sempat menyentuh level terendah hari ini di posisi 1.305 atau terkoreksi 1,14 persen dibanding penutupan kemarin.
Pada hari pertama pencatatan saham HMETD di Bursa Efek Indonesia (BEI), 28 Desember 2022, harga BBTN ditutup di level 1.355 atau melorot hingga 3,9 persen dibanding penutupan perdagangan sehari sebelumnya.
Harga saham berada dalam tren menurun signifikan sebesar 8,7 persen sejak penutupan 1 Desember 2022 di level 1.484.
Bahkan, hingga jika dibandingkan dengan harga saham saat ini di level 1.320, penurunan harga sudah mencapai 11,05 persen.
Perlu diketahui, harga pelaksanaan saham rights issue BBTN ditetapkan pada harga diskon di level 1.200 atau jauh lebih rendah dibanding harga di pasar reguler.