JAKARTA – Pergerakan harga saham PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) pada perdagangan hari ini kembali menyentuh zona merah, setelah kemarin ditutup terkoreksi hingga 7,14 persen di tengah merebaknya isu di market terkait adanya penolakan warga terhadap tambang miliki anak usahanya, PT Citra Palu Minerals di Poboya, Palu, Sulawesi Tengah.
Pada sesi pagi perdagangan hari ini di Bursa Efek Indonesia (BEI), saham BRMS sempat menyentuh level 328 atau setara dengan pelemahan 2,96%.
Saat penutupan perdagangan kemarin, saham BRMS berakhir di level 338 atau melorot hingga 7,14 persen dibandingkan ketika penutupan sehari sebelumnya di posisi 364.
Hingga pukul 11.50 WIB di perdagangan hari ini, posisi saham berada di level 332 atau melemah 1,78 persen dibandingkan saat penutupan kemarin.
Berdasarkan keterangan resmi BRMS yang dilansir di Jakarta, Rabu (12/2), manajemen perseroan mengaku bahwa kegiatan penambangan dan pengoperasian fasilitas pemrosesan bijih emas oleh CPM masih terus berlangsung dan diharapkan dapat menunjukkan peningkatan di tahun ini dari tahun sebelumnya.
Keterangan tersebut disampaikan BRMS tekait informasi yang berkembang mengenai adanya kelompok mahasiswa di Palu yang tergabung dalam Forum Mahasiswa Menggugat menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Sulawesi Tengah.















