JAKARTA-Pergeseran nilai-nilai budaya dan etika di masyarakat Indonesia saat ini sudah mencapai taraf yang mengkhawatirkan. Dampaknya, masyarakat mudah tersulut provokasi yang pada gilirannya melahirkan benturan-benturan psikologis dan sosiologis antar masyarakat. Bahkan rakyat semakin mudah terpancing isu-isu terkait suku, agama dan rasa (SARA) dan gampang sekali bertindak anarkis.
Demikian ditegaskan Anggota Fraksi Partai NasDem MPR RI H. Ahmad Sahroni, SE disela-sela kegiatan Sosialisasi Empat Pilar Kehidupan Berbangsa dan Bernegara di Daerah Pemilihan DKI Jakarta III meliputi Jakarta Barat, Jakarta Utara, dan Kabupaten Kepulauan Seribu.
Kegiatan Sosialisasi yang dilaksanakan di Balai pertemuan Kebon Bawang diikuti masyarakat dari daerah Semanan, Kalideres – Jakarta Barat. Acara ini dihadiri oleh tokoh-tokoh masyarakat dan konstituen di daerah Semanan.
Dia menilai sikap abai terhadap budaya dan etika berlangsung secara massif di hampir semua segi kehidupan berbangsa dan bernegara. Tanpa disadari, budaya dan etika mengalami proses marginalisasi secara serius sedemikian rupa.
Menurutnya, peminggiran nilai budaya dan etika ini diakibatkan transaksi informasi global dan pola pikir pragmatis-materialisme. “Masyarakat melihat perilaku elit-elit kita tidak mendorong perubahan ke arah yang lebih baik. Pertikaian antara Gubernur DKI Jakarta dan DPRD, misalnya, menambah skeptis masyarakat akan komitmen pemerintah membangun Jakarta yang lebih baik ke depan,” jelas Sahroni yang juga Anggota Komisi XI DPR RI.














