JAKARTA -Badan Anggaran (Banggar) DPR bersama pemerintah sepakat bahwa Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) berperan penting sebagai kekuatan shock absorber yakni menjadi instrumen untuk memberi dukungan terhadap penanggulangan krisis, pemulihan ekonomi dan perlindungan masyarakat.
Sebagai respon cepat menempatkan APBN sebagai peran shock absorbe terutama pada tahun 2025, pemerintah telah meluncurkan alokasi anggaran sebesar Rp 16,23 triliun.
“Anggaran ini untuk membiayai stimulus guna mendorong daya beli masyarakat,” ujar Ketua Banggar DPR RI, Said Abdullah di Jakarta, Kamis (18/9).
Menurutnya, untuk memperkuat program tersebut, Banggar DPR atas permintaan Ketua DPR merekomendasikan kepada pemerintah melalui APBN 2025 untuk menambah bantuan.
Bantuan ini berupa minyak goreng kepada masyarakat rumah tangga miskin dan rentan miskin dengan jumlah penerima manfaat sebanyak 20 juta keluarga.
“Dalam forum konsultasi Banggar dengan pimpinan DPR maka Banggar hari ini sepakat untuk menambah bantuan. Dan rekomendasi tersebut langsung disetujui oleh Pemerintah cq Menteri Keuangan. Kami mengapresiasi atas respon langsung Menteri Keuangan untuk menambah penebalan stimulan tersebut,” ujarnya.













