Said pun meminta para menteri agar fokus pada tupoksinya masing-masing untuk bekerja terutama mengatasi persoalan masyarakat saat ini, yakni kelangkaan dan mahalnya harga bahan-bahan pokok di masa Ramadhan ini.
Selain itu, pemerintah dan lembaga terkait juga perlu mempersiapkan secara matang pelaksanaan Pemilu Serentak 2024.
“Penetapan pelaksanaan pemilu yang telah disepakati oleh pemerintah, Komisi II DPR, KPU dan Bawaslu pada tanggal 14 Februari 2021, dan penetapan pilkada serentak pada 27 November 2024 segera ditindaklanjuti dengan berbagai langkah langkah lanjutan, seperti penetapan tahapan pemilu dan pilkada serentak 2024 oleh KPU, Bawaslu, dan dikonsultasikan kepada pemerintah dan DPR,” kata dia.
Lalu, kata Said, KPU dan Bawaslu yang akan dilantik oleh Presiden Jokowi pada April 2022 harus segera bersiap untuk mengajukan rencana kerja menyeluruh hingga 2024, termasuk pengajuan rencana anggaran untuk kebutuhan pelaksanaan pemilu dan pilkada 2024 kepada DPR.
Selain itu, tambah dia, KPU dan Bawaslu harus memikirkan dan merumuskan teknis penyelenggaraan pemilu yang mengurangi beban penyelenggara pemilu mulai dari tingkat TPS hingga ke pusat.
Pasalnya, banyak penyelenggara pemilu yang jatuh sakit bahkan meninggal dunia karena beban kerja besar pada saat pemilu 2019.















