Ia menyebut Presiden ke-4 RI, KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, sebagai contoh nyata bagaimana santri mampu memimpin bangsa dengan pikiran yang terbuka, dialektis dengan pikirannya berdialektika dengan filsafat barat, serta jaringannya bergitu luas, di Timur Tengah hingga ke Eropa.
“Gus Dur menjadi contoh nyata santri bisa menjadi pemimpin nasional, dan pemimpin kultural kelas dunia,” tegas Said.
Oleh karena itu, Said mengungkapkan bahwa santri adalah jatidiri yang terbuka dan sangat kosmopolit dalam berfikir dan bertindak.
“Santri bisa menjadi jangkar perdamaian, menebarkan Islam yang rahmatan lil alamin, menjadi rahmat bagi seluruh alam. Oleh sebab itu, menjaga diri sebagai santri sekaligus tanggungjawab yang besar. Dipundaknya orang mempersepsikan perwajahan tentang Islam. Oleh sebab itu harus selalu mawas dan koreksi diri,” ungkapnya.














