Sehingga, sepak terjang oknum-oknum, yang mengotori pelaksanaan Pemilu hanya dalam hitungan detik tersebar ke seluruh negeri bahkan dunia.
Wartawan-wartawan dadakan yang bermodal sederhana, seperangkat ponsel saat ini ada pada setiap tempat.
Ketiga,hampir 25 tahun Indonesia memasuki era reformasi secara fakta sosial telah memberikan perspektif pemikiran baru.
Masyarakat tak lagi terbelenggu dan terkungkung seperti di era Orde Baru.
“Bahkan beberapa kalangan menyebutkan keberanian masyarakat saat ini sangat luar biasa dalam menyampaikan kritik dan perlawanan kepada berbagai pihak, yang dianggap melakukan tindakan yang merugikan kepentingannya, termasuk yang seharusnya netral ternyata menjadi partisan,” kata Said.
Ketiga variabel itu, lanjut Said Abdullah seharusnya menjadi perhatian siapa pun terutama para politisi yang menjadi pemeran penting pelaksanaan Pemilu.
“Demikian pula KPU dan Bawaslu yang menjadi pengawal harus bersikap netral dan imparsial,” ucap Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR itu.
Dia melanjutkan, “Saat ini praktis tidak ada ruang sedikit pun untuk mencoba bermain-main dalam proses pelaksanaan Pemilu. Rakyat akan mengawasi sangat ketat seluruh pihak, yang mencoba mengganggu pelaksanaan Pemilu.”












