“Khusus di Saudi yang setiap ada perbedaan isme/ madzhab agama langsung ditumpas,” terangnya.
Lebih lanjut, Said menjelaskan ancaman terorisme adalah ancaman transnasional.
Kondisi ini wabah dunia sehingga cara menumpas harus sampai ke akar-akarnya.
Cara yang ditempuh bisa dengan menghadirkan negara serta menciptakan keadilan ekonomi dan politik seraya memulai dibukanya keberagaman.
Politisi asal Sumenep Madura ini menyakini, aksi terorisme menggunakan agama hanya sebagai kendaraan saja.
Padahal masyarakat dunia percaya bahwa agama apapun tidak mengajarkan kekerasan.
“Ujung dari semua ini adalah ketidakadilan politik, ekonimi dan mampetnya keberagaman,” ujarnya.
Untuk itu, Said menyarankan agar nilai Pancasila dimasukan dalam piagam PBB sebagai solusi mengatasi konflik yang terjadi saat ini.
Hal ini pernah ditawarkan oleh Presiden Soekarno dalam pidatonya di forum PBB.
“Bung Karno menawarkan ideologi Pancasila kepada dunia dan niscaya bisa membangun dunia baru yang damai dan penuh persaudaraan,” pungkasnya.















