JAKARTA-Pemerintah Kerajaan Arab Saudi telah gagal menjaga marwah kota Mekah dan Medinah sebagai khadimul haramain (pelayan tamu Allah) bagi umat Islam seluruh dunia. Karena itu, Organisasi Konfrensi Islam (OKI) segera turun tangan mengambil alih pengelolaan dua kota suci umat Islam tersebut.
“Kita semua berharap agar wajah Mekah sebagai simbol keagungan dan wibawa Ka’bah sebagi simbol kesucian bisa dikembalikan oleh OKI,” ujar Wakil Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR, Said Abdullah di Jakarta, Jumat (25/9).
Menurut Said, kesucian Kota Mekah saat ini telah pudar. Wajah Mekah telah berubah menjadi kota metropolis tanpa budaya Islam sama sekali. “Wajah Mekah menjadi wajah batu dan sudah tidak ramah bagi tamu Allah,” jelasnya.
Dia menilai, Ka’bah dan Masjidil Haram tenggelam oleh jam gadang (Mecca Royal Watch) yang dibanggakan pemerintah Arab Saudi yang sebenarnya sangat menjijikkan karena membuat semakin tenggelamnya masjidil Haram dan Ka’bah. Untuk itu, kesucian kedua kota ini harus dikembalikan seperti sedia kala.
“Jika diambil alih oleh OKI maka kita harapkan kembalinya situs-situs Islam peninggalan Rasulullah dan para sahabat. Jadi, OKI segera mengambil alih pengelolaan dua kota suci umat Islam, Mekah dan Madinah. Dan jangan biarkan raja-raja Saudi yang tak punya mandat dari rakyatnya merusak dua kota suci tersebut,” tegasnya.














