Bahkan Gereja Katholik dimanapun selalu menghormati Ideologi masing-masing negara dengan menempatkan perwakilan diplomatiknya di banyak negara termasuk Indonesia.
Karena itu tegas Petrus pernyataan Din Syamsuddin sangat tendensius, menyesatkan bahkan merugikan Gereja Katholik, Perwakilan Diplomatik Tahta Suci Vatikan di Jakarta dan Umat Katholik Indonesia, karena menganalogikan perjuangan HTI yang ingin membangun ideologi Khilafah di Indonesia dengan status Tahta Suci Vatikan, sebagai negara bagian Vatikan dan sebagai Organisasi Internasional.
“Sekali lagi Gereja Katholik tidak pernah secara politik berusaha untuk menggantikan ideologi negara Pancasila dengan Ideologi Katholik di Indonesia,” terangnya.
Menurutnya, Gereja Katholik sangat menghormati dan taat kepada hukum di negara-negara dimana Tahta Suci Vatikan menempatkan perwakilan diplomatiknya yang sejajar kedudukannya dengan perwakilan diplomatik negara lain.
“Bahwa Gereja Katholik dengan miliaran umatnya di seluruh dunia berkiblat ke Tahta Suci Vatikan, itu benar,” tuturnya.
Karena induk organisasi Gereja Katholik dan Hukum Kanonik berpusat di Vatikan. Namun demikian Tahta Suci Vatikan, Gereja Katholik dan umat Katholik Indonesia tetap konsisten dan komit untuk tetap menjaga dan menjunjung tinggi ideologi Pancasila dan tidak pernah punya mimpin untuk menggantikan ideologi Pancasila dengan ajaran Katholik menjadi ideologi negara.















