Area kedua pembagian naso difokuskan di Depo Sampah kawasan Genteng Biru Jalan Teuku Umar Denpasar, Depo Sampah Jalan Pulau Kawe Denpasar,Pemukiman semi permanen warga yang berprofesi sebagai pemulubg di Jalan Pulau Roti Denpasar, Depo Sampah Jalan Merpati Monang-Maning Denpasar,Depo Sampah Jalan Gunung Agung Denpasar (Lapangan Kompyang Sujana),Jalan Gajah Mada dan Jalan Gunung Agung Denpasar.
Titik terakhir yang menjadi fokus pembagian nasi adalah Depo Sampah Pasar Kreneng Denpasar, Depo Sampah Jalan Cok Agung Tresna Renon,Jalan Mahendradata Denpasar,Jalan Cargo Permai Denpasar,Jalan Cargo Denpasar,dan kawasan Pasar Cargo Denpasar.
Sebelum membagikan nasi para relawan berkumpul di toko retail modern di Jalan Dipenogoro Sanglah Denpasar untuk menata dengan rapiu nasi bungkus dan air mineral agar lebih mudah saat dibagikan. Dengan tetap menerapkan protokol kesehatan ditengah pandemi covid-19, saat akan berangkat relawan yang membagikan nasi tetap menggunakan masker kain/bedah serta tak lupa membawa hand sanitizer untuk menjaga kebersihan.
Salah satu Srikandi dari Komunitas Turun Tangan Bali bernama Devira Rizky Anggraeni menuturkan pengalamannya saat menbagikan nasi di TPA Suwung/Sarbagita. Menurutnya kegiatan program berbagi nasi dhuafa begitu asik dan sangat bermafaat bagi sesama.













