JAKARTA-Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN), Zulkifli Hasan menyampaikan pidato politiknya mamasuki hari kedua bulan suci Ramadhan.
Dalam pidato politiknya bertajuk “Demokrasi Transaksional dan Ketergantungan Impor Pangan”, Zulhas, begitu tokoh ini disapa menyoroti mengenai harga pangan dan persoalan impor.
Di awal pidatonya, Zulhas menyebut Ramadhan dan Idul Fitri yang semestinya diwarnai dengan kebahagiaan kadang diikuti dengan kenaikan harga-harga pangan yang menyulitkan masyarakat.
“Di bulan Ramadhan ini dan menjelang lebaran nanti, sudah menjadi kebiasaan kita mempersiapkan bahan makanan sekaligus aneka penunjangnya untuk menemani kebahagiaan kita di hari raya. Kita tahu di tengah persiapan-persiapan itu, harga-harga bahan makanan pokok seperti beras, daging, ayam, telur, buah dan lainnya biasanya mengalami kenaikan,” ujar Zulhas.
Menurut Wakil Ketua MPR RI ini, naiknya harga kebutuhan pokok ini sangat berkaitan dengan ketergantungan kepada pangan impor.
Ketergantungan terhadap impor membuat harga-harga jadi tinggi karena ada bandar besar dan spekulan yang mempermainkan harga.
Sementara petani-petani justru dirugikan karena produk pertaniannya tidak terserap pasar.
Di tengah situasi pandemi dan kesulitan ekonomi ini, Zulhas berharap pemerintah bisa mengendalikan harga pangan di pasaran.













