Sampah yang terkumpul terdiri dari botol plastik air mineral, pembungkus makanan berbahan styrofoam, botol minuman alkohol, sandal, terpal, kertas minyak wadah makanan, pipet plastik, sedok garpu plastik, pembungkus snack siap saji, putung rokok, baju dan celana,botol tawas, dan kantong plastik aneka warna.

Aksi beach clean up juga mencuri perhatian wisatawan di Pantai Kelan. Mereka turut mengumpulkan sampah plastik didekat Pantai dan menitipkan sampah plastik ke kantong sampah yang dibawa berkeliling oleh para relawan.
Ditemui dilokasi Beach Clean Up, Ketua Paguyuban Social Project Bali yakni I Gusti Putu Arya Utama mengatakan bahwa World Clean Up Day merupakan gerakan serentak di 191 negara yang menyatukan masyarakat untuk membersihkan dunia dari permasalahan sampah yang dilakukan setiap minggu ke tiga bulan September disetiap tahunnya. Khusus di Indonesia serentak di seluruh provinsi dan kabupaten/kota dari periode tanggal 1-30 September 2023.
“Sebagai generasi penerus bangsa mari kita wariskan hal yang positif dengan lingkungan hidup yang lebih baik kepada generasi selanjutnya. Masa depan bumi dan Indonesia ada di tangan kita, dengan momentum WCD 2023 ini mari kita melakukan aksi nyata untuk meningkatkan kesadaran dan perubahan perilaku masyarakat tentang pentingnya menjaga lingkungan” tegas Pemuda Alumnus Fakultas Hukum Univeritas Ngurah Rai ini.













