Formula sementara tersebut dinilai sangat tidak menguntungkan Negara, oleh karena itu pemerintah mengubah kembali harga minyak dari Lapangan Banyu Urip melalui Keputusan Menteri (Kepmen) ESDM Nomor 4028 K/12/MEM/2017. Keputusan yang berlaku 21 November 2017 itu menyebutkan formula minyak mentah Banyu Urip adalah ICP Arjuna plus US$5,50 per bareI pada titik serah fasilitas di penampungan terapung (Floating Storage and Offloading/FSO) Gagak Rimang.
Dengan harga minyak dunia diatas US$. 50,-, kilang TWU tidak lagi ekonomis sehingga perusahaan memutuskan untuk menghentikan operasional-nya tanggal 31 Januari 2018 yang lalu.
Selain itu, Sandiaga Uno juga harus melepas sahamnya di salah satu tambang Batubaru terbesar di Indonesia yakni Adaro. Bahkan baru-baru saja, Sandiaga terpaksa melepas saham Saratoga ke pasar saham tapi sayangnya sepi peminat.
Dijualnya Tol Cipali, terhentinya kilang TWU, dan dilegonya saham Adaro serta yang terakhir dijualnya saham Saratoga, induk perusahaan-perusahaan Sandiaga Uno, adalah bukti terseok-seoknya Sandiaga Uno di dunia bisnis.
Oleh sebab itu, Sandi harus segera banting setir menjadi politikus demi mengejar jabatan tertinggi di negri ini. Dengan harapan jika terpilih menjadi wakil presiden maka dengan mudah mengambil alih kembali tol Cipali dan menghidupkan kembali kilang TWU-nya dengan cara mengambil crude bagian pemerintah semurah mungkin walaupun merugikan Negara.















