“Sementara subsidi pangan, pendidikan, Kesehatan dan energi untuk rakyat miskin dibatasi,” imbuhnya.
Dia menilai selama 10 tahun rezim Joko Widodo berkuasa, hampir tidak ada perubahan kebijakan di sektor moneter dan keuangan.
Bahkan terkesan, kebijakan ekonomi Joko Widodo setali tiga uang dengan rezim Presiden Susilo Bambang Yudhoyonoo .
“Saya melihat, kebijakan moneter era Joko Widodo hanya copy paste lanjutan dari era SBY. Sungguh-sunguh kondisi yang sangat memprihatinkan,” imbuhnya.
Sasmito kembali menyerukan stop bayar bunga obligasi rekapitalisasi pemerintah Ex BLBIGate yang terbukti menyengsarakan rakyat pembayar pajak.
“Fakta dan data valid, sampai tahun 2022 saja dana APBN yang sumbernya, dari setoran pajak oleh rakyat pembayar pajak, sebanyak Rp 48 triliunan, masih terus digunakan untuk membayar bunga obligasi rekapitalisasi pemerintah Ex Mega Skandal BLBI sejak Tahun 2003 warisan rezim Megawati yang tidak pernah dituntaskan penegakan hukumnya oleh pemerintah detik ini,” imbuhnya.
“Jadi, semuanya “No Action Talked Only (NATO). Kemudian hanging selalu,” ujarnya.














