Lebih lanjut, Sekjen Sekjen Asosiasi Pembayar Pajak Indonesia (APPI) melihat, hasil pembangunan ekonomi semakin tidak merata.
Kekayaan negara secara kasat mata sekitar 90% dinikmati dan dikuasi oleh kurang dari 1000 orang saja.
Sementara, lebih dari 200 juta pendukuk Indonesia harus mati-matian memperebutkan kekayaan negara yang nilainya tinggal 10% saja.
“Kami dari Gerakan Hidupkan Mayarakat Sejahtera (HMS) mengusulkan kepada seluruh stakeholder di negeri ini supaya benar-benar berjuang menegakan keadilan ekonomi di negeri ini,” imbuhnya.
“Marilah kita bersama-sama melihat realitas kehidupan masyarakat Indonesia tanpa pretensi cemburu, apakah itu warga Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Bali,pribumi atau non pribumi bahwa sesungguhnya kita belum merdeka secara ekonomi,” pungkasnya.














