“Kita data, didaftar, diberi peringatan dan membuat surat penyataan untuk menjadi sasaran program dan kegiatan pembinaan. Bentuknya bisa bimbingan, konseling dan lain-lain,” ucap Wahyu.
Dijelaskan Wahyu, berdasarkan pengalamannya, tidak semua PMKS adalah warga asal Tangsel, karena kebanyakan berasal dari luar Tangsel.
“Untuk yang warga Tangsel dikembalikan ke orang tua masing-masing dan warga dari luar Tangsel, kami koordinasi dengan Dinsos daerah masing-masing,” kata dia.















