JAKARTA-PT Sejahtera Bintang Abadi Sejahtera Tbk (SBAT) menyampaikan, perseroan berencana membeli mesin produksi benang dengan menggunakan dana yang akan diperoleh dari pelaksanaan rights issue pada bulan depan.
Menurut Direktur Utama SBAT, Jefri Junaedi dalam siaran pers yang dilansir di Jakarta, Senin (18/10), sejauh ini perseroan sudah mengalami peningkatan permintaan produk benang dari perusahaan di Bangladesh, sehingga manajemen SBAT berencana menambah mesin produksi dengan menggunakan dana rights issue.
“Saat ini SBAT belum bisa menyanggupi permintaan customer yang meminta pengiriman benang untuk memproduksi handuk sebanyak 3-4 kontainer dalam sebulan, karena faktor keterbatasan mesin. Namun, SBAT menjanjikan untuk memenuhi permintaan tersebut setelah proses rights issue dilaksanakan di November tahun ini,” papar Jefri.
Dia menyebutkan, dana hasil pelaksanaan rights issue atau Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PM-HMETD) tersebut akan digunakan untuk membeli tiga unit mesin Open End.
“SBAT berharap proses impor mesin dan instalasi mesin dapat berlangsung dengan lancar dan dapat segera beroperasi pada awal tahun depan,” ucapnya.
Berdasarkan Prospektus PM-HMETD I yang dipublikasikan SBAT, pihaknya akan menawarkan sebanyak-banyaknya 3.132.678.133 Saham Baru, dengan nilai nominal Rp20 per lembar atau mewakili maksimal 59,3 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah PM-HMETD.















